Ibu Kita Kartini

1001 Fakta Ibu Kita Kartini: Apakah Relate dengan Kartini Modern

By Ardi Pandhita

Ibu Kita Kartini dan Keinginan untuk Belajar Tinggi 

Ibu Kita Kartini, seorang perempuan Jawa yang hidup pada awal abad ke-20, merasa gelisah karena ingin belajar lebih tinggi. Dalam surat-suratnya, dia mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Namun, dia merasa terkungkung oleh adat dan tidak bisa berpendidikan tinggi.

Selain itu, dia harus menikah dengan laki-laki yang tak dikenal. Intelektualitasnya tercermin melalui tulisan-tulisannya, termasuk artikel berjudul “Upacara Perkawinan pada Suku Koja” yang diterbitkan ketika dia baru berusia 14 tahun.

Habis Gelap Terbitlah Terang: Cahaya dari Surat-Surat Kartini 

Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” berisi kumpulan surat-surat yang ditulis oleh Ibu Kita Kartini kepada sahabatnya di Belanda, Stella Zeehandelaar, pada awal abad ke-20. Terbit pada tahun 1911, buku ini menjadi karya monumental setelah Kartini meninggal dunia pada usia yang masih sangat muda, yaitu 25 tahun.

Dalam surat-surat ini, Kartini menggambarkan perjuangannya untuk memajukan kaum wanita, harapannya, dan perjalanan hidupnya. Ungkapan “habis gelap terbitlah terang” menjadi simbol pencerahan dalam perjuangan emansipasi wanita di Indonesia.

Warisan Kartini: Hari Kartini dan Kesetaraan Gender 

Setiap tanggal 21 April, kita merayakan Hari Kartini untuk mengenang jasa-jasa Kartini dalam kesetaraan gender. Pada 2 Mei 1964, Presiden Soekarno menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964.

Kartini bukan hanya sosok berpengetahuan luas, tetapi juga inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk berani bermimpi dan berjuang demi hak-hak mereka.

Semangat Kartini yang membara masih menginspirasi kita hingga kini.

Berikut beberapa poin penting terkait emansipasi wanita yang diinginkan Ibu Kita Kartini:

  1. Pendidikan dan Kesetaraan

    • Ibu Kita Kartini sendiri adalah contoh awal perempuan Indonesia yang berjuang untuk pendidikan tinggi. Dia menginginkan kesempatan yang sama dengan kaum pria untuk belajar dan mengembangkan diri.
    • Perjuangan Kartini menginspirasi banyak perempuan lainnya untuk memperjuangkan hak pendidikan dan kesetaraan.
  2. Hak Pilih

    • Emansipasi wanita juga terkait dengan hak pilih. Perjuangan panjang perempuan di banyak negara untuk mendapatkan hak suara adalah bagian dari sejarah emansipasi.
    • Di Indonesia, perempuan pertama kali mendapatkan hak pilih pada tahun 1938.
  3. Partisipasi dalam Dunia Kerja

    • Emansipasi wanita melibatkan akses yang setara ke dunia kerja. Perempuan harus memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja dan maju dalam karier.
    • Kartini sendiri berbicara tentang pentingnya perempuan memiliki pekerjaan dan berkontribusi pada masyarakat.
  4. Kesetaraan Gender

    • Kesetaraan gender adalah tujuan utama emansipasi wanita. Ini melibatkan menghilangkan ketidaksetaraan dan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin.
    • Perjuangan Kartini dan perempuan lainnya membuka jalan menuju kesetaraan gender.
  5. Peran Aktif dalam Masyarakat

    • Emansipasi wanita bukan hanya tentang hak-hak individu, tetapi juga tentang peran aktif perempuan dalam masyarakat.
    • Kartini memperjuangkan agar perempuan memiliki peran yang lebih luas dan berkontribusi pada kemajuan bangsa.

Parfum yang Kartini Banget!

Onix Rose

Ibu kita kartini

Onix Rose emang pilihan yang pas banget buat kamu, para wanita independen yang aktif bekerja. Aromanya yang mewah dan canggih bisa bantu kamu tampil percaya diri di kantor atau saat meeting penting. Gaya elegan yang dibawa oleh aroma rose ini juga mengingatkan kita pada Kartini, yang dikenal sebagai sosok yang mandiri dan penuh inspirasi. Kalau kamu mau tunjukin bahwa kamu itu independen dan stylish sekaligus menghormati semangat Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan, Onix Rose bisa jadi parfum andalanmu!

  • General Description: Sweet oriental floral on a woody, musky and powdery base
  • Top Note: Mandarin, Bergamot, Almond, Lavender, Green
  • Middle Note: Ylang, Jasmine, Sambac, Orris, Cyclamen, Violet
  • Bottom Note: Sandal, Tonka, Vanilla, Musk, Patchouli, Caramel
  • Longevity: 8-12 Jam

Kesimpulan

Semangat perjuangan Kartini yang membara masih menginspirasi kita hingga kini. Mari kita terus mengenang Ibu Kita Kartini, yang telah membuka jalan bagi emansipasi wanita di negeri ini. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan kesetaraan dan keadilan bagi semua.

Back to blog